Thursday, April 16, 2026
Home > Literasi > Opini/esai > Sambut Keberkahan Ramadan

Sambut Keberkahan Ramadan

Imam Ibnu Huzaimah dalam shahih-nya (no. 1887) meriwayatkan hadis: “Hai manusia, sungguh telah datang bulan yang agung kepada kalian, bulan yang di dalamnya ada  satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, Allah wajibkan berpuasa di bulan tersebut, menghidupkan malamnya sebagai amal kebaikan. Siapa yang melakukan amal kebaikan, (sunnat) laksana ia menunaikan amal wajib di bulan lain, siapa yang menunaikan ibadah wajib laksana tujuh puluh amal wajib di bulan lain.” Ibrahim an-Nakha’i, tokoh generasi Tabi’in, juga menyatakan kelipatan seribu berbanding satu bagi setiap aktivitas kebaikan antara Ramadan dibanding sebelas bulan lainnya.

Kepedulian pada sesama juga diganjar dengan pahala berlipat. Sabda Nabi Muhammad SAW: “Siapa yang memberi konsumsi untuk berbuka orang yang berpuasa akan diberi pahala serupa mereka yang berpuasa tersebut tanpa sedikit pun mengurangi pahala mereka.” (HR. At-Tirmidzi, dinyatakannya hadis sahih).

Masihkah kita mengabaikan kesempatan ini?

Doa yang dikabulkan

Banyak hajat? Banyak keinginan? Banyak kebutuhan? Tahukah kalian bahwa Allah mengabulkan doa-doa hamba-Nya yang meminta di bulan ini.

“Sesungguhnya doa orang berpuasa yang dipanjatkan saat ia berbuka tidak ditolak Allah.” (H.R. Ibnu Majah). Hadis lainnya “Sesungguhnya doa orang muslim siang dan malam (Ramadan) mustajab” (HR. Al-Bazzar, dinilai sahih lighairih oleh Albani).

Doa yang baik dan sungguh-sungguh, insyaallah akan dikabulkan-Nya. Maka, berdoalah sesering dan setulus mungkin, berdialoglah langsung kepada Allah, percayalah bahwa Dia  mendengar semua doamu, keluh-kesahmu, keinginan-keinginanmu. Hanya Dia yang tahu mana hal yang baik untukmu.

Demikianlah keberkahan-keberkahan bulan suci Ramadan. Selayaknya “tamu istimewa” maka sepantasnya “dia” diperlakukan dengan cara istimewa: disambut dengan penuh suka cita dan dibuat senang sehingga ketika berpisah kita diliputi oleh rasa haru, sedih, berat hati, dan kerinduan untuk bersua kembali. Siapa yang gembira dengan hadirnya bulan Ramadan, Allah haramkan jasadnya disentuh api neraka.

“Sudah siapkah Anda menerima keberkahan Ramadan?”


Biodata Penulis

Samia Elviria, M.A., Dosen LB Prodi Ilmu Komunikasi STISIP Nurdin Hamzah Jambi.

Translate »