Halaman: 1 2
Salah satu upaya yang dilakukan dalam membuka akses pasar dan pembiayaan adalah dengan mendatangkan para stakeholder ke lokasi wilayah kelola petani untuk komoditi kopi melalui kegiatan bertajuk Safari Kampung Kopi. Selain para pengelola coffeshop se-Jambi sebagai pelaku usaha kopi, kegiatan ini pun mengundang pemerintah sebagai pihak yang dapat mendukung masyarakat pascaproyek. Pemerintah Kabupaten Merangin berkomitmen menyediakan anggaran untuk mendorong sertifikasi indikasi geografis kopi Merangin.Saat ini, baik Rumah Kopi di Muara Madras maupun Desa Baru, sudah mulai mengambil peran dalam suplai kopi untuk pemenuhan kebutuhan lokal.
“Kita mewajibakan simpanan wajib kopi sebanyak 2 kilo gram setiap bulan untuk semua anggota. Boleh juga lebih, ada yang meyerahkan sampai 10 kilo gram itu kita masukan ke simpanan sukarela. Dan kopi-kopi ini kita sangria dan jual ke pasar-pasar dekat sini maupun pasar di kabupaten. Kalau untuk ke luar kabupaten kami belum sanggup, karena produksinya masih terbatas,” pungkasnya.
