Halaman: 1 2
Namun, kreasi busana dari daur ulang limbah koran yang dipadu dengan limbah plastik dan tikar bekas berhasil mencuri perhatian. Bentuk kreasi busana ini sangat unik dan cantik ketika dibawakan oleh model remaja profesional. Kebanyakan mereka berasal dari sekolah menengah kejuruan, yang memang akhir-akhir ini telah terbiasa mengkreasikan busana daur ulang sampah di sekolahnya untuk event dalam sekolah maupun event yang lebih luas. Pihak panitia Sanitasi Expo 2017 sendiri mengatakan bahwa event ini memang diperuntukkan bagi kampanye penyadaran lingkungan kepada generasi muda.
Kreasi busana dari daur ulang sampah, tampaknya akan makin menjadi trend meskipun hanya sebatas pada event-event karnaval, festival, dan perhelatan bertema lingkungan. Apalagi ketika Indonesia telah memiliki Hari Peduli Sampah Nasional yang rutin diperingati setiap tanggal 21 Februari. Tentunya kampanye dalam halpengelolaan lingkungan melalui kreasi busana dari daur ulang sampah akan semakin ditingkatkan. Selain itu, peringatan Hari Peduli Sampah Nasional merupakan pengingat bencana longsornya TPA (Tempat Pembungan Akhir) sampah di Leuwigajah Jawa Barat, pada 21 Februari 2005 yang sampai menelan korban ratusan korban meninggal dan dua kampung hilang dari peta.

Melalui fesyen, agaknya kampanye kepedulian terhadap sampah yang dihasilkan oleh limbah rumah tangga manusia zaman modern kini dapat mencapai pemahaman terhadap makna sampah yang tidak hanya sekadar sampah, namun juga dapat menghasilkan estetika yang menunjang peradaban manusia modern penghasil sampah terbesar beserta segenap permasalahannya.
Kreasi busana daur ulang sampah tidak hanya sekadar tampilan apik mode fesyen daur ulang, namun juga sebagai otokritik terhadap industri dan manusia yang menyisakan limbah serta berjibaku dengan kemampuan manusia untuk beradaptasi dengan kemampuan bumi dalam menyangga kehidupan manusia. Kita saksikan trend kreasi busana daur ulang sampah ke depan. Apakah ada yang diperuntukkan kembali untuk siap pakai?
