Monday, May 10, 2021
Home > Dapur Puan > Kuliner > Nikmatnya Sego Pecel Pincuk Ponorogo

Nikmatnya Sego Pecel Pincuk Ponorogo

20180115_Nikmatnya Sarapan Pecel Ponorogo

Sahabat Puan sudah pernah makan pecel? Jika di Kota Jambi – tempat saya tinggal – pecel adalah makanan yang disajikan bersama lontong. Maka berbeda pula dengan sego pecel pincuk ponorogo. Sego adalah bahasa Jawa, yang berarti nasi.

Bila di Eropa ada salad, maka sego pecel pincuk adalah warisan kuliner di Jawa  yang melengkapi kuliner khas nusantara. Selain di Jawa Timur, sego pecel juga tersebar luas di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Konsep penyajian makanannya sama. Yang membedakan dari ketiganya adalah variasi isi dan sambalnya. Di Jawa Tengah dan Yogyakarta, sambal pecelnya cenderung manis dan sayurannya ada tambahan wortel, buncis, dan kol.

Di Kabupaten Ponorogo, sego pecel pincuk merupakan salah satu makanan khas yang sayang jika dilewatkan. Sego pecel pincuk ponorogo biasa banyak dijual pagi hari sebagai sarapan. Namun, ada juga beberapa penjual yang masih menjualnya siang hingga malam hari.

Bila berkunjung ke rumah mertua di Ponorogo, biasanya sego pecel pincuk telah terhidang di meja makan. Dalam KBBI V, kata pincuk berarti wadah dari daun pisang yang dilipat dan disemat dengan lidi sehingga membentuk lekukan.

Karena sego pecel ini dibawa pulang ke rumah, maka wadahnya sudah berbeda, tak lagi berbentuk pincuk, melainkan dibungkus kertas cokelat dan dilapisi daun pisang. Namun bila makan di warung, biasanya sego pecel diberikan dalam sebuah pincuk.

Pertama kali mencoba sego pecel pincuk ponorogo, rasanya sedikit asing. Ketika lidah mulai beradaptasi, ternyata enak juga kombinasi antara pecel dan nasi. Ditambah lagi beragam Sayur-mayur yang berpadu dengan sambal kacang, antara lain bayam, kenikir, kecambah, kacang panjang, daun pepaya muda, daun melinjo/daun so, lembayung, dan bunga turi. Biasanya sego pecel pincuk ini juga dipadukan dengan kering atau terancam.

Facebook Comments