Pikiran saya nanar, memang bukan Sungsang saja, namun begitulah kebanyakan kondisi pemukiman di pesisir. Lalu, ke mana lagi sampah akan bermuara bila jendela masing-masing di rumah pinggir sungai ini langsung menjadi tong sampah? Pasang surut air laut menarik ulur, membawa sampah ke sana kemari. Bagaimana menarik minat ribuan wisatawan bila harapan membuang sampah pada tempatnya masih sebatas lisan. Istilah waterfront city muncul di kepala, mengabur lalu hilang disapu angin muson barat.
Kampung Nelayan Tua Itu Bernama Sungsang
