
Tawaran Inovasi Literasi Audiovisual dan Keuangan
Ada dua bentuk inovasi yang ditawarkan Sekolah Menulis Papua, yakni pengembangan literasi audiovisual dan pengembangan literasi keuangan. Mengapa literasi audiovisual perlu dilakukan? Sebab masyarakat Papua masih didominasi oleh tradisi lisan sehingga masyarakat Papua lebih gemar mendengarkan dan berbicara daripada membaca dan menulis. Wujud nyatanya dapat berupa seni fotografi, videografi, dan sinematografi.
Literasi keuangan perlu dilakukan karena masyarakat Papua akan cenderung dianggap sebagai pemalas, manja, dan secara ekonomi mendapatkan label miskin karena pandangan hidup peramu masih lekat pada mereka. Dalam situasi inilah pengembangan literasi keuangan menjadi sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat di Papua, khususnya para mama sebagai pusat perputaran perekonomian keluarga. Dengan pengembangan literasi keuangan diharapkan mampu memberikan pengaruh kepada mereka untuk lebih meningkatkan taraf hidup di era global sekarang. Salah satu kegiatannya bernama noken literasi. Kata “noken” digunakan karena merupakan unsur tradisi masyarakat papua yang nilai filosofisnya tinggi.
Para penggiat literasi Sekolah Menulis Papua, hanya sebagian dari masyarakat sipil yang telah menunjukkan kompetensinya untuk berkiprah di masyarakat. Selanjutnya adalah tugas pemerintah, baik pada level pusat maupun daerah untuk mendukung gerakan literasi seperti Sekolah Menulis Papua, supaya upaya-upaya “kecil” ini bisa menjadi bola salju gerakan literasi nasional berbasis masyarakat.

