Monday, May 10, 2021
Home > Gaya Hidup > Komunitas > Filosofi Kerja Sosial dan Totalitas Berliterasi Sekolah Menulis Papua

Filosofi Kerja Sosial dan Totalitas Berliterasi Sekolah Menulis Papua

Filosofi Kerja Sosial dan Totalitas Berliterasi Sekolah Menulis Papua

Membangun budaya literasi tidak bisa dilakukan setengah hati. Kalimat ini mewakili apa yang dirasakan Dzikry setelah mendirikan Sekolah Menulis Papua. Sekolah Menulis Papua (SMP) merupakan komunitas independen yang bergiat di bidang pengembangan literasi, didirikan pada 13 Januari 2014 di Jayapura.

Para penggagas berdirinya SMP ada tiga orang. Pertama, Dzikry el Han, penulis. Kedua, Fathul Qorib, jurnalis. Ketiga, Burhanudin, M.A., fasilitator bidang kesejahteraan sosial. Mereka adalah orang-orang yang sempat dibesarkan oleh dunia buku. Bersama para penggiat literasi lainnya, tiga pilar pendiri merawat SMP layaknya tunas yang perlu dipupuk, disiram, dan disiangi dari segala jenis gulma hingga bisa bertahan dan berkembang sampai sekarang.

Dari perjalanan SMP selama tiga tahun, Dzikry mengatakan bahwa bekerja di dunia literasi memerlukan totalitas dalam mencurahkan tenaga, pikiran, bahkan dana, agar program dan kegiatan dapat berjalan sembari mempertahankan idealisme dan mendapatkan kepercayaan masyarakat.

“SMP didirikan dengan semangat sukarela. Dalam praktiknya, semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini sama sekali tidak berkepentingan mendapatkan keuntungan pribadi, imbalan finansial, atau semacamnya. Kami telah meletakkan satu prinsip sebagai pondasi bagi seluruh kegiataan literasi di Sekolah Menulis Papua, yakni filosofi kerja sosial. Tidak ada pungutan biaya bagi peserta, demikian juga tidak ada honor ataupun uang transport bagi para pelatih, pembicara, ataupun para penggiat literasi yang terlibat. Bahkan, buku-buku yang dicetak oleh SMP, dibagikan gratis kepada perpustakaan sekolah dan komunitas-komunitas literasi di Jayapura dan sekitarnya,” ucap Dzikry, penulis belasan novel sekaligus penggerak SMP.

Hingga saat ini SMP menjalin jaringan kerja sama dengan berbagai pihak, antara lain lembaga pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan media. Sementara pendanaan SMP diperoleh melalui pengajuan proposal di berbagai perusahaan, simpatisan: kelompok/pribadi, dan  dana kas SMP. Secara keseluruhan Sekolah Menulis Papua telah melaksanakan 27 jenis kegiatan sejak berdirinya pada tahun 2014.

Facebook Comments