
Sebutkan judul buku Uni yang sudah terbit (lengkap beserta penerbit dan tahun)
Untuk buku-buku karya kreatif, sebenarnya tidak terlalu aku fokuskan. Tulisanku lebih banyak ada di antologi-antologi. Aku malah berpikir tidak akan menerbitkan buku tunggal, tetapi desakan teman yang menganggap caraku tidak pas, akhirnya diterbitkan juga oleh Oceania Press, Kendari. Baru satu buku puisi tunggal. Puisi perjalanan Evan Ys: Per-Empu-an dalam Semedi Tanpa Dupa. Mungkin tahun depan buku kedua: kumpulan cerpen dan tiga novel yang akan diterbitkan secara bertahap.
Yang paling disukai Uni, menulis yang genre apa sih?
Apa saja. Aku tidak terikat akan genre.
Ngomong-ngomong, Uni dulu pernah main ke Jambi karena penelitian Sastra Lisan, Bagaimana perkembangan Sastra Lisan Jambi di mata Uni?
Yap! Vitalitas sastra lisan Senandung Jolo: mengkaji kebertahanannya. Sastra lisan Jambi sangat banyak dan belum tergali banyak. Aku bermimpi meneliti sastra lisan suku Kubu. Pasti menarik!
Suka duka sebagai peneliti sastra lisan?
Lebih banyak sukanya sebab aku mencintai dunia penelitian ini. Dukanya hanya soal dana yang tak sesuai standar saja.
Apa perbedaan sastra lisan dan kelisanan?
Sastra lisan itu ada yang lisan, setengah lisan, yang sudah dituliskan, dan lebih pada sastra rakyat yang berkembang dalam masyarakat
Saya tiba-tiba teringat Ong. Untuk membayangkan masyarakat yang sama sekali tak tersentuh oleh tulisan, kita diajak untuk memahami suara. Sebab suara selalu bergerak hingga tak punya jejak. Apa peran suara dan telinga sebagai alat mengingat? Mungkin banyak masyarakat kita yang belum paham soal ini.
Yap! Masyarakat paling awam pun punya bahasa dan cara berkomunikasi. Mereka punya aksara. Mereka menuliskannya pada wadah daun, tulang, da lain-lain. Ingatan kolektif masyarakat akan menjadi hal yang paling jitu.
Apakah kebudayaan lisan yang ada dalam akan masyarakat tertentu memengaruhi cara berpikir dan cara hidup masyarakat?
Nah, ini arahnya ke mana? Manusia lebih cenderung mengatakan daripada menuliskan. Menulis butuh keahlian lain, kemampuan berpikir terstruktur dan bermakna.
Kira-kira kalau dari Sabang sampai Merauke, wilayah mana yang paling dominan kelisanannya?
Semua sama. Sebab lisan itu ada sebelum berkembangnya pengetahuan pada kebiasaan menuliskan, sekarang juga orang lebih suka bicara daripada menulis sebab tidak mau repot berpikir.
Dalam kebudayaan lisan, kisah-kisah para raja seringkali diceritakan dalam beberapa versi berbeda. Lalu di mana letak kebenaran cerita? Dalam versi yang bagaimana?
