Sunday, May 31, 2026
Home > Literasi > Resensi > Manifesto Sosial: Humanisme di Luar Batas

Manifesto Sosial: Humanisme di Luar Batas

Manifesto Sosial Humanisme di luar batas1

Meski Devushkin berada di ambang kehancuran dan kebangkrutan, Varvara selalu memberinya dukungan moril. Menurut Varvara kemiskinan bukanlah sebuah dosa meski kenyataannya bahwa kemalangan adalah penyakit menular sehingga orang-orang malang memang harus dijauhi dan dihindari. Kesakitan-kesakitan yang dihadapi Devushkin rupanya juga dirasakan oleh Varvara. Varvara sering dihantui perasaan takut atas nasibnya. Ia sudah tak suci lagi sebab keperempuanannya telah direnggut oleh lelaki kaya seorang tuan tanah. Dalam beberapa kisah dimunculkan bahwa ada tokoh-tokoh lain yang mengalami kemalangan, seperti Gorshkov dan Pokrovsky, yang ceritanya tidak jauh berbeda dengan nasib tokoh sentralnya.

Kemiskinan dan penderitaan tampaknya membuat Varvara pesimis dalam menghadapi masa depan sebab yang tampak dalam bayangannya hanyalah kemuraman. Untuk menghindarkan diri dari kemiskinan, kemalangan, dan kesengsaraan, Varvara memilih menikah dengan lelaki yang pernah memperkosanya, seorang tuan tanah kaya bernama Tn. Bykof. Kenyataan yang hadir dalam Devushkin, membuatnya nyaris putus asa. Hari-hari terakhir menjelang perpisahan, kentara sekali surat-surat mereka yang terputus atau surat yang tanpa alasan belum jadi dikirimkan. Sebuah ironi bahwa material mampu mengubah pandangan seseorang akan masa depan. Pada akhirnya, setiap orang berhak memilih nasibnya. Dan perasaan cinta yang terpendam? Siapa saja boleh menguburnya atau membiarkannya hilang dimakan usia.

Judul : Orang-Orang Malang
Penulis : Fyodor Dostoevsky
Penerjemah : Hartono Hadikusumo
Penerbit : Oak
Cetakan : Pertama, Juni 2015
Jumlah halaman : 216 halaman
Translate »