Monday, May 10, 2021
Home > Literasi > Pendidikan > Ada Apa dengan Hari Puisi Indonesia 2017?

Ada Apa dengan Hari Puisi Indonesia 2017?

buku apa dan siapa penyair indonesia

Acara perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) yang kelima digelar di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, sejak 1 s.d. 4 Oktober 2017. Pada tanggal 1 s.d. 3 Oktober diadakan acara parade pembacaan puisi dan pameran poster HPI. Sementara di acara puncaknya, 4 Oktober, digelar malam anugerah penghargaan HPI untuk para penyair Indonesia yang telah mengikuti sayembara buku puisi di gedung Graha Bhakti Budaya TIM. Acara ini terbuka untuk umum dan dihadiri oleh masyarakat pencinta puisi, penyair, pengusaha, hingga pejabat. Di antara pejabat negara yang hadir, tampak Fadli Zon (Wakil Ketua DPR RI), Lukman Hakim Saifuddin (Menteri Agama RI), Enggartiasto Lukita (Menteri Perdagangan RI), dan sejumlah pejabat lainnya.

Pertunjukan panggung apresiasi
Pertunjukan panggung apresiasi

Asrizal Nur  selaku panitia mengatakan bahwa tahun ini masih sama seperti tahun sebelumnya, puncak perayaan HPI dilaksanakan bulan Oktober yang semestinya dilaksanakan setiap 26 Juli (hari lahirnya Chairil Anwar). Bedanya di tahun ini, puncak perayaan HPI didahului perayaan HPI oleh delapan puluh komunitas yang menyebar di kabupaten kota seluruh Indonesia. Ke depan panitia berharap bahwa Indonesia memiliki hari puisi nasional yang diakui oleh negara seperti di negara-negara lain.

Ketua umum yayasan HPI Maman S Mahayana menyatakan bahwa puisi tidak sekadar buah kreativitas yang berupa larik-larik kata atau kalimat metaforis, melainkan buah pemikiran mengenai berbagai hal. Puisi mesti menjadi salah satu sarana berkomunikasi, mengembangkan gagasan, mengekspresikan kegelisahan, bahkan juga saluran merekatkan kebhinekaan, dan persatuan keindonesiaan. Puisi adalah harga mati yang harus diperjuangkan.

Sebelum acara penghargaan penyair diumumkan, ada pemberian penghargaan kepada pembuat poster HPI terbaik, parade puisi oleh penyair, pejabat, dan pengusaha, panggung apresiasi (50 penyelenggara HPI se-Indonesia), peluncuran buku Apa dan Siapa Penyair Indonesia, juga pemutaran video Agus Sarjono, dan kawan-kawannya, usai pulang dari Vietnam untuk merumuskan Hari Puisi Indonesia (26 Juli) sebagai hari resmi yang kelak diakui oleh negara. Pemunculan penyair-penyair Indonesia dari angkatan pujangga baru hingga angkatan 1945 seakan mengingatkan bahwa puisi memang harus dirayakan dan diperjuangkan.

Facebook Comments