Halaman: 1 2
Nah, Sahabat Puan, bumbu dapur yang akan kita bahas kali ini bernama kluwak. Ada yang belum pernah mendengar apa itu kluwak? Biasanya, kluwak yang dikenal dengan istilah latin pengium edule ini merupakan bumbu wajib dalam membuat rawon. Selain itu, kluwak juga digunakan sebagai rempah-rempah dalam masakan lain, seperti soto konro khas Makasar, nasi kluwak, dan bronkos.
Tinggi pohon kluwak berkisar rata-rata 40 meter dengan diameter 2,5–3 cm. Pohon ini tumbuh secara liar di daerah yang memiliki permukaan laut di atas 1.000 mdpl. Daunnya berwarna hijau gelap yang mengilap di bagian atasnya. Bagian bawah daun berwarna hijau keputih-putihan dan berbulu. Bunga pohon kluwak berada di pucuk ranting, berwarna putih kehijau-hijauan persis bunga pohon pepaya.

Pohon kluwak ini asli vegetasi dari Indonesia, loh. Namun, kini telah menyebar hingga kawasan Asia Tenggara, bahkan hingga Eropa. Orang-orang Eropa menyebut kluwak dengan sebutan false durian karena bau buah ini sangat menyengat menusuk hidung. Bau yang menyengat ini ternyata disebabkan oleh kandungannya yang bernama hydrocyanicacid. Mereka juga biasanya menyebut kluwak ini dengan sebutan football fruit atau american football karena bentuk buahnya memang mirip seperti bola, meski beberapa ada yang lonjong mirip pepaya dengan bagian pangkal dan ujung yang meruncing. Buah ini berwarna kecoklatan dengan permukaan berbulu.
Baca juga: Kayu Manis
Ukuran buah kluwak ini kurang lebih 30×20 cm. Daging buah kluwak berwarna putih dan lunak bila dipegang. Di dalam buah ini terdapat biji-biji kluwak yang berbentuk unik. Tekstur biji kluwak, yakni bertempurung keras berwarna cokelat kehitaman dengan asimetris 3 x 4 cm. Nah, yang sering digunakan sebagai bumbu masakan adalah daging dari biji kluwak. Karena tempurung bijinya sangat keras, kita perlu memukulnya dengan martil agar daging biji kluwak bisa kita gunakan.

Di balik bentuk kluwak yang unik ini, ternyata banyak loh kandungan yang dimilikinya, antara lain vitamin C, ion besi, betakaroten, asam hidnokarpat, asam glorat, tanin, dan asam sianida berkonsentrasi tinggi. Memang, buah kluwak ini beracun bila asam sianida yang berkonsentrasi tinggi tersebut tidak dihilangkan. Untuk itu, tidak disarankan mengonsumsi biji kluwak secara mentah. Efek sampingnya bisa mabuk dan muntah-muntah. Biji kluwak yang beracun biasanya sering dipakai sebagai racun untuk mata panah.
Baca juga: Si Hijau dan Si Putih Kapulaga
Bagaimana cara menghilangkan racun tersebut agar tidak membahayakan tubuh? Cara pertama, setelah biji-biji kluwak dipisahkan dari daging buahnya, biji-biji kluwak biasanya direndam di sungai selama 10-14 hari, lalu dipanggang atau dibakar. Cara kedua, yakni dengan merendamnya terlebih dahulu dan direbus, setelah biji tersebut dingin, galilah lubang tanah! Masukkan biji-biji tersebut ke dalam lubang! Tutup tanah menggunakan daun pisang selama 40 hari. Keluarkan dan bersihkan!
