Monday, May 10, 2021
Home > Gaya Hidup > Komunitas > Gubuk Literasi Padepokan Djagat Djawa

Gubuk Literasi Padepokan Djagat Djawa

Diskusi bersama Ibu Suprihatin, penulis buku cerita anak yang beberapa kali medapat juara tingkat nasional

Gubuk literasi Padhepokan Djagat Djawa (PDD) adalah nama sebuah TBM (Taman Bacaan Masyarakat) yang didirikan oleh Triman Laksana, Sastrawan Indonesia yang kini berdiam di Magelang.  Sebelum menjadi TBM, padepokan ini  awalnya berdiri pada tanggal 07 Juni 2005, yang hanya mengkhususkan untuk forum diskusi sastra Jawa dan sastra Indonesia saja. Lambat laun, tempat ini berkembang menjadi wadah bagi para pencinta sastra pemula yang ingin belajar menulis sastra. Akhirnya, ruang diskusi ini resmi berubah menjadi TBM pada tanggal 17 Agustus 2015. Ternyata di TBM PDD ini juga ada sekolah menulis.

Motivasi Triman Laksana mendirikan PDD, awalnya timbul karena rendahnya minat baca masyarakat Indonesia. Karena buku-buku koleksi pribadi menumpuk banyak, daripada hanya dibaca untuk diri sendiri, lebih baik lagi jika buku-buku ini dibaca oleh banyak orang. Terlebih, TBM di lingkungan sekitar juga belum ada. Keinginan yang kuat ini akhirnya terwujud. Respons masyarakat  pun cukup baik. Meski dalam beberapa hal, memang belum begitu menggembirakan sesuai yang diharapkan.

Triman Laksana bersama Gola Gong
Triman Laksana bersama Gola Gong

TBM PDD  ini beralamat di Soto Citran, Jalan Raya Borobudur Km 1 Citran, Paremono, Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Siapa saja boleh datang ke padepokan ini karena terbuka untuk umum dan buka setiap hari dari pukul 13.00 – 17.00 WIB. Koleksi buku TBM PDD sekitar 800 lebih. Terdiri atas buku-buku sastra Jawa, sastra Indonesia, dan buku cerita anak. Selain koleksi pribadi, beberapa buku merupakan sumbangsih dari beberapa teman yang peduli. Bisa dikata TBM PDD masih sangat membutuhkan donasi buku dari pihak mana pun, terutama buku bacaan untuk anak-anak. Nah, Sahabat Puan, Kalau kamu sedang jalan-jalan ke Magelang, kamu bisa mampir ke TBM PDD sambil menyeruput soto citran khas Magelang yang aduhai.

Facebook Comments