Thursday, April 16, 2026
Home > Lingkungan > Desa Kompos Pertama di Jambi

Desa Kompos Pertama di Jambi

Beberapa perempuan silih berganti membawa tumpukan kotoran sapi mengunakan angkong (puan.co).

Nanik Rahayu, seorang karyawan pembuatan pupuk mengaku sangat terbantu dengan adanya usaha pembuatan pupuk tersebut. Semula Nanik berjualan jamu gendong beralih profesi karena gaji yang menggiurkan. Tidak hanya Nanik, suaminya Mario yang awalnya menjadi buruh serabutan juga memilih menjadi karyawan pembuat pupuk. Sekarang mereka mampu memenuhi kebutuhan sehari-sehari sekaligus menyekolahkan anak perempuannya di sebuah pondok pesantren Provinsi Sumatera Selatan.

Kalau dulu kami tidak memiliki sumber pendapatan yang pasti, sekarang setiap awal bulan sudah bisa terima gaji. Kami terbantu sekali dengan pabrik pengolahan pupuk ini, ada juga karyawan dari desa tetangga seperti Desa Purwodasi, Desa Delima, dan Desa Sungai Keruh yang bekerja. Rata-rata kami sebelumnya bekerja buruh serabutan, kami tidak memiliki lahan apalagi kebun,” jelasnya.

Translate »