Thursday, May 6, 2021
Home > Literasi > Resensi > Ada Kecoak di Filosofi Kopi

Ada Kecoak di Filosofi Kopi

filosofi kopi
  • Judul: Filosofi Kopi
  • Pengarang: Dee
  • Penerbit: Truedee Books & Gagas Media
  • Cetakan: 1, Februari 2006
  • Tempat: Jakarta
  • Tebal: xii + 134 halaman

 

Dunia sastra di Indonesia memang unik. Ia memiliki dua poros yang kuat. Poros itu ada di belahan bumi bagian Jakarta dan belahan bumi bagian Yogyakarta. Seperti kucing dan anjing, mereka tak bisa hidup dalam damai. Meski begitu, mereka seperti jalinan percintaan yang penuh benci namun memendam cinta. Sastrawan menyebut karya-karya perempuan penulis pendatang baru dari Jakarta dengan sebutan ‘sastra wangi. Saat menerbitkan buku yang diberi judul Filosofi Kopi ini, perdebatan tentang ‘sastra wangi’ masih begitu segar.

Goenawan Mohamad dalam pengantar buku ini menuliskan bahwa Dee adalah sebuah tangkisan. Ia membuktikan ketiadaan ‘sastra wangi’ dalam buku ini. ‘Sastra wangi’ baginya semacam cemooh laki-laki terhadap karya-karya sastra Indonesia mutakhir. Istilah ‘sastra wangi’ muncul setelah diterbitkannya karya-karya Djenar Mahesa Ayu dan Ayu Utami yang sarat dengan dunia yang penuh kevulgaran dalam menggambarkan persenggamaan. Istilah ‘sastra wangi’ juga diberi kata lain ‘sastra lendir’.

Prosa-prosa dalam buku Filosofi Kopi memang tak mengumbar tentang persenggamaan yang sangat vulgar, tetapi ia tak lepas dari unsur tentang kehidupan para manusia urban, utamanya perempuan. Seperti dalam cerita Filosofi Kopi yang menggambarkan dunia yang glamour dalam mengartikan secangkir kopi yang dianggap sempurna, meski pada kenyataannya si pembuat, Ben, kehilangan makna dari kartu-kartu yang selama ini disuguhkan dengan tulisan-tulisan yang dianggap mengandung makna. Ia merasa kalah hanya dengan menyeruput kopi Tiwus yang membuat dirinya semakin terpuruk. Kehidupan kaum urban jelas terlihat di awal cerita yang menggambarkan suasana kedai kopi yang mulanya diberi nama Kedai Koffie BEN & JODDY, kemudian diganti menjadi FILOSOFI KOPI, Temukan Diri Anda di Sini.

Facebook Comments

Comments are closed.