Tuesday, July 7, 2026
Home > Literasi > Resensi > HIV dalam Sebuah Novel

HIV dalam Sebuah Novel

Buku ini mengupas pemahaman tentang HIV dan AIDS

Buku ini mengupas pemahaman tentang HIV dan AIDS baik dari cara penularan, orang-orang yang beresiko hingga pengobatan yang dilakukan. Semua permasalahan HIV dibahas tuntas dengan cerita yang mudah dimengerti. Tidak hanya sekedar novel, buku ini juga berisi data-data hasil riset yang mengungkapkan bahwa ketidaktahuan membuat angka penderita HIV terus meningkat. Usia remaja (15-24 tahun) merupakan penderita terbanyak yang terinfeksi HIV. Selama ini banyak penderita HIV yang merasa tak berarti saat mengetahui dirinya terinfeksi virus tersebut. Dan sebagian lagi orang-orang dengan resiko tinggi ataupun beresiko rendah seperti ibu rumah tangga yang menjaga kesucian pernikahannya tetap saja harus memeriksakan kondisi kesehatannya. Seperti yang diungkapkan Dani di awal pembuka bukunya ”Kita bepergian ke banyak waktu dan ruang, mencari erita, sahabat dan uang. Namun, ketika ingat rumah, dimana ada kasih dan sayang, pastikan bukan HIV yang terbawa pulang”. Saya mengartikan itu sebagai rambu-rambu buat lelaki yang telah berjuang buat keluarganya untuk memastikan bahwa kesetiaan menjadi payung yang melindunginya dari godaan-godaan untuk berbagi cinta apalagi HIV. Buku ini memang dikemas dengan bahasa yang sesederhana mungkin dan menarik, namun jika ini ditargetkan untuk para kaum muda, remaja yang dari data yang dipaparkan terbanyak terjangkit HIV. Rasanya agak sedikit vulgar bahasa-bahasa yang digunakan. Akan tetapi buku ini merupakan bacaan wajib bagi para isteri, suami dimanapun berada agar selalu merawat komitmen dan kesetiaan. Paramedis yang berkecimpung dengan para penderita HIV juga harus menjadikan buku ini sebagai referensi dalam bekerja. Karena dengan pemahaman yang jelas dan anggapan yang salah selama ini tentang HIV yang berarti menunggu kematian. Akan membuat para penderita memiliki semangat untuk terus menikmati hidup dan bahagia. Dan buku ini harus dibaca semua orang sebagai edukasi dan menanamkan rasa cinta dan dukungan kepada teman, saudara, ataupun sesama yang di dalam tubuhnya terjangkit HIV. Mereka memerlukan dukungan, cinta dan kasih sayang dari kita. Bagaikan persahabatan Gayatri, Annisa dan Lusiana seperti itu kita harus saling merangkul.

Tags: hiv aids, human immunodeficiency virus (hiv), human immunodeficiency virus facts, acquired immunodeficiency syndrome, lentivirus, what is std, aides, aid definition, human immunodeficiency virus symptoms

Comments are closed.

Translate »