Mata Malam, novel yang sangat sayang dilewatkan terlebih bagi para pembaca yang memiliki latar belakang sejarah negara yang hampir sama. Saling berbagi ingatan tentang kekerasan akan melunakkan hati kita. Saya rasa memasuki kesusastraan Korea melalui Han Kang adalah pintu masuk yang paling luas.
Suatu hari nanti tidak akan kita temukan lagi kekerasan yang dilakukan atas dasar apa pun. Hak manusia sudah banyak diperjuangkan dengan kematian milik ribuan orang, bahkan kematian milik orang yang masih hidup. Merenggut nyawa seseorang sama dengan merenggut kemanusiaan. Walaupun ada ingatan yang tidak bisa sembuh. Ingatan tersebut tidak memudar seiring berlalunya waktu, tetapi akan menjadi satu-satunya yang tersisa ketika segala yang lain terkikis. Dunia menjadi gelap, seakan-akan lampu listrik padam satu per satu. Aku tahu bahwa aku tidak aman.
Kang berhasil mengemban pesan kakak Dong Ho: tulislah agar tidak ada yang menistakan adik saya lagi!
Selamat istirahat, Dong Ho.
Terima kasih, Kang. (ar/rfh)

| Judul | : | Mata Malam (diterjemahkan dari Human Acts dalam edisi bahasa Korea) |
| Penulis | : | Han Kang |
| Penerjemah | : | Dwita Rizky |
| Penerbit | : | Baca Publishing House |
| Cetakan | : | I, Oktober 2017 |
| Tebal buku | : | 257 halaman |
| Cover | : | Hard Cover |
| Harga | : |
