4. Filosofis
Bagi penganut agama tertentu terutama Buddha Maitreya, menjalani laku hidup vegetarian memiliki filosofi tersendiri. Penganut Buddha Maitreya dilarang membunuh, memakan, menghidangkan, menjual semua yang hewani. Hal ini bermakna agar dalam kehidupan mendapatkan karma yang baik. Sebab menyakiti yang hidup akan menyebabkan karma buruk yang terus mengikuti.
Filosofi ini ternyata juga berlaku bagi pelaku vegetarian non-Buddha Maitreya. Mereka meyakini bahwa makanan yang berasal dari protein hewani mengandung racun. Racun ini dilepaskan oleh roh hewan ke dalam tubuhnya saat proses penyembelihan. Ketika daging itu diolah menjadi santapan, racun-racun itu akan masuk ke tubuh penikmatnya.
Alasan filosofi ini, yang menyebabkan pelaku vegetarian yang sebagian besar penyayang binatang, tidak ingin menyakiti binatang, apalagi memakannya. Sebab mereka tahu bahwa proses hewan ternak untuk dikonsumsi manusia secara massal kadang lebih banyak hal-hal yang tak menunjukkan proses baiknya. Misalnya saja penyuntikan hormon, menjelang dipotong hewan dipaksa hidup berhimpit-himpitan di kandang yang sempit, pemberian makanan yang tak layak (memberikan kembali hasil olahan makanan dari sisa-sisa potongan hewan), proses pemotongan hewan yang kejam, dan lain-lain.
Begitu juga binatang yang sengaja diternak untuk kepentingan fashion, juga mengalami hal-hal yang tak baik mulai dari proses ternaknya hingga diolah menjadi produk fashion yang dibutuhkan secara bergengsi.
5. Kesehatan
Vegetarian memiliki alasan kesehatan yang kuat jika dilakukan dengan pola makan yang sehat. Cara pengolahan yang seimbang antara sayur-sayuran serta makanan nonhewani yang mengandung protein tinggi, juga harus diimbangi dengan olahraga serta pola hidup yang sehat. Banyak pelaku vegetarian yang disiplin, mengakui bahwa beberapa masalah kesehatan tidak pernah mampir dalam hidup mereka, seperti kolesterol dan sejenisnya. Paling-paling hanya flu atau masuk angin.
6. Alam dan alasan-alasan global
Tidak dapat dipungkiri, demi pemenuhan kebutuhan hidup manusia yang akan pasokan protein hewani menyebabkan produksi massal peternakan binatang, seperti sapi, ayam, dan lain-lain. Industri peternakan massal ini membutuhkan pasokan makanan ternak yang luar biasa. Hal ini menyebabkan degradasi beberapa ekosistem alam akibat pemenuhan kebutuhan pakan ternak tersebut yang pada akhirnya menyumbang pada pemanasan global.
Salah satu alasan pelaku vegetarian, yaitu bahwa dengan mengurangi kebutuhan akan konsumsi produk hewani dan turunannya, maka akan mengurangi kebutuhan industri massal peternakan yang menguras alam dan menyebabkan pemanasan global. Sebab binatang tanpa industri peternakan massal akan difungsikan kembali pada jalur rantai makanan yang seimbang, bukan diledakkan populasinya sehingga menyebabkan ketidakseimbangan populasi rantai makanan, yang pada akhirnya juga merusak keseimbangan alam.
