***
Teman sekamarnya terbahak-bahak mendengar cerita itu. Ia lantas menanyakan, apakah Safira siap berkenalan dengan Rubi, seorang pria baru yang ia tawarkan. Ia juga mempertanyakan, apakah Zamrud sudah berhasil ia kembalikan.
“Aman,” kata Safira, dengan mata nakal.
Ia mengaku siap berkenalan dengan Rubi. Namun sebelum sebelum perkenalan dimulai, ia mengatakan bahwa ia harus mengganti kartunya terlebih dahulu. Agar setidaknya, ia terbebas dari gangguan pria yang hendak ia campakkan, yang baru dikenalnya beberapa waktu lalu itu.
Safira pun kembali bertukar kartu dan berkencan dengan Rubi, pria baru itu. Namun, ia lupa dan belum mengabari Zamrud nomornya yang baru. Ketika malam tiba, saat ia merasa harus memberi kabar, ia lantas mendapatkan jawaban, bahwa yang berada di seberang telepon sana, tak kenal dengan yang namanya Safira.
Biodata Penulis
Abul Muamar, sehari-hari bekerja sebagai koresponden sepak bola sambil belajar mengarang cerita. Dapat dihubungi di FB: Abul Muamar. Instagram: @abulmuamar
