Tak berhenti hanya menghasut kubu Pak Kades saja. Tolet juga menghasut kubu Pak RT. Mereka percaya bahwa Pak Kades telah berbuat mesum dengan salah satu pegawainya yang masih muda di kantor desa. Tentu saja ini membuat suasana pemilihan kades menjadi tambah geger. Pak Kades semakin tidak dipercayai lagi untuk memegang jabatannya. Isu itu semakin berkembang tanpa henti. Sedangkan Tolet hanya tinggal duduk manis di kursi rumahnya.
Pemilihan kepala desa pun digelar. Warga berduyun-duyun memilih Kades mereka yang baru. Alhasil, dalam kelurahan itu lebih memilih Pak RT menjadi Kades yang baru. Namun, Kades lama tidak terima hasil pemilihan tersebut. Dia yakin Pak RT telah melakukan kecurangan. Kades lama kemudian meminta penyelesaian masalah itu melalui karung. Awalnya Pak RT tidak setuju dengan cara penyelesaiannya. Setelah dipanas-panasi oleh pendukungnya, Pak RT akhirnya bersedia juga.
***
PADA hari minggu diadakanlah prosesi bertinju dalam karung. Semua warga kelurahan berkumpul di lapangan bola untuk menyaksikan acara itu. Kali ini Tolet ditunjuk jadi juri dalam acara tersebut. Tentu saja hari itu Tolet bertekad untuk melakukan balas dendam terkait persoalannya tempo hari. Pak RT dan Pak Kades lama bersepakat menyelesaikan dengan tangan kosong. Mereka berdua dimasukkan ke dalam karung. Lalu dimulailah pertarungan itu.
Karung tampak beda dari biasanya. Karung itu tidak bergerak. Penduduk heran kenapa karung itu tidak bergerak seperti pertarungan biasanya. Ternyata di dalam karung Pak RT sedang berkompromi dengan Pak Kades lama. Pak RT sadar bahwa tubuhnya terlalu kecil untuk melawan Pak Kades yang memiliki tubuh besar dan kekar.
“Begini, Pak. Bagaimana kalau saya mengaku kalah saja,” pinta Pak RT
“Lho kenapa menyerah secepat ini?” tanya pak kades lama.
“Sebetulnya saya hanya coba-coba dalam pemilihan kades ini. Saya tidak bersungguh-sungguh dalam menjalankannya. Atas pertimbangan itulah saya mengaku kalah saja,” jelas Pak RT.
“Ya sudah kalau begitu,” kata Pak Kades lama mantap.
Warga semakin penasaran dengan apa yang terjadi di dalam karung. Mereka lalu berteriak agar karung segera dibuka. Tolet sebagai juri menuruti keinginan warga kelurahan itu. Kaki Tolet mendorong bagian sisi karung. Karung dibuka, tampak Pak RT dan Pak Kades lama sedang berciuman.
Warga menjadi heboh atas perbuatan keduanya. Karung yang selama ini dianggap sebagai barang yang terhormat, kini telah dinodai oleh tindakan tidak pantas yang mereka lakukan. Kedua orang itu lalu ditelanjangi lalu diarak keliling kelurahan sebagai bentuk cuci kampung agar terhindar dari balak.
