Wednesday, May 19, 2021
Home > Dapur Puan > Kuliner > Pertempuran Rasa di Dapur Tempur Jambi

Pertempuran Rasa di Dapur Tempur Jambi

Dapur Tempur

Siang hari yang terik membuat saya mencari tempat yang teduh untuk santap siang. Saya hendak bertemu dengan dokter di RS Theresia, jadi Mal WTC menjadi pilihan yang paling baik menurut saya. Letaknya yang hanya 500 meter dari RS Theresia membuat saya memilih tempat ini, selain karena banyaknya pilihan resto dan cafe di lantai 1 hingga lantai 4.

Kali ini, saya ingin mencoba resto yang belum pernah saya sambangi. Saya menuju lantai 3 dan melihat ada 2 resto yang bersebelahan, satunya menyajikan menu khas daging sapi dan satunya lagi menyajikan beragam menu Indonesia dan kombinasi menu oriental. Saya mendekati resto yang kedua, melihat menu yang tertera di baleho kecil yang terpampang di kedua sisi pintu masuk.

“Silakan masuk, Mbak,” sapa salah satu pegawai resto tersebut.

“Saya lihat-lihat dulu menunya,” begitu jawaban saya pada pegawai perempuan yang kemudian masuk ke dalam resto.

Saya bolak-balik dua kali untuk memilih makanan yang tersaji. Tak ingin segera masuk karena tak mau kecewa dengan pilihan masakan. Saya tertarik dengan masakan sapo tahu, meskipun ada beberapa masakan lainnya yang cukup menarik perhatian. Setelah menetapkan hati dan pilihan, saya akhirnya masuk ke resto yang dinamai Dapur Tempur.

Baca juga: Domesteak Café Alternatif Tempat Nongkrong dan Selfie

Terlihat di selurusan pintu masuk konsumen yang terdiri dari 4 orang sedang menunggu masakan yang mereka pesan. Di belakang mereka terpampang lukisan kepulauan Indonesia dengan warna putih dan nuansa hijau sebagai warna dasarnya. Perpaduan warna yang mencerminkan tema militer. Saya menuju ke arah kiri dan memilih duduk di kursi untuk 2 orang. Saya memilih tempat tersebut karena hanya sendirian. Jika saya memilih tempat dengan banyak kursi, maka saya akan terlihat sangat kesepian.

Facebook Comments