Thursday, April 16, 2026
Home > Literasi > Opini/esai > Andai Membaca Semenarik Masturbasi

Andai Membaca Semenarik Masturbasi

membaca masturbasi

Saya jadi teringat dengan yang dikatakan Carlos Maria Domingues dalam rumah kertas. Katanya: “Membaca buku kalau belum ada bekas maka belum orgasme”. Kita memang tak segila tokoh dalam rumah kertas yang membuat rumah dari buku dan menyusun buku membentuk tubuh perempuan.  Tapi, setidaknya kita bisa belajar bagaimana mencintai kegiatan membaca ini.

Sudah banyak para penggiat literasi berusaha menolak penelitian di atas seperti menolak takdir. Ah, bukankah takdir bisa diubah dengan doa. Anggap saja apa yang mereka lakukan adalah doa. Di Polewali Mandar ada Ridwan yang menembus laut dengan Perahu Pustaka, ada Sugeng dengan motor pustakanya di Lampung, ada juga Kuda Pustaka  di gunung slamet, dan masih banyak lagi doa-doa yang dilakukan untuk menolak takdir buruk ini. Sementara di tempat lain seolah tak peduli, termasuk pemerintah. Maksud saya tidak berarti pemerintah tidak peduli sama sekali. Nanti saya bisa dicap apatis atau cap-cap lainnya seperti merk deterjen. Bisa dikatakan kurang peduli. Begitu.

Suatu waktu saya membaca tulisan Eka Kurniawan di webnya. Kata dia, “Menulis itu seperti melakukan hubungan seks.” Saya sepakat. Dan hal yang sama juga berlaku untuk membaca sebuah buku. Membaca juga seperti melakukan hubungan seks. Ada orgasme juga. Bahkan mulai dari pemanasan sampai kita benar-benar mengumpat dan mengeluarkan energi yang besar. Nikmat pokoknya.

Saya kira, perlu menjadikan buku sebagai alat pemuas nafsu. Lebih tepatnya pemuas otak. Bukankah segala sesuatu berpusat di otak dan kita dapat melakukan apa pun terhadap buku asal saja jangan membakarnya. Masa itu sudah lewat. Saat menemukan kepuasan membaca kita akan sadar bahwa buku dapat melebihi masturbasi. Percayalah. Kalau tidak percaya coba saja dulu. Kalau tidak berhasil mungkin ada masalah dengan alat kelaminmu (baca: otak).

Maxim Gorky pernah bilang, “Teruslah membaca buku. buku hanya menjadi sebuah buku, setidaknya berpikirlah untuk diri sendiri.” Pada akhirnya buku memang sekedar buku. Hanya kumpulan kertas yang lama-kelamaan akan dimakan rayap. Tapi, kalian tentu tahulah poin saya. Selamat bermasturbasi!

Translate »