Tuesday, May 26, 2026
Home > Literasi > Opini/esai > Kado Ultah dari Malaysia

Kado Ultah dari Malaysia

Tragedi terbaliknya pencetakan bendera merah putih

Penyesalan memang selalu datang terlambat. Meskipun permohonan maaf telah dilayangkan dan tindak lanjut telah digalakkan, tetap saja permasalahannya tidak sesederhana itu. Sebab ini menyangkut harga diri dan identitas suatu bangsa. Bukan hanya Menpora Imam Nahrawi dan seluruh elite politik saja yang kecewa, melainkan masyarakat dunia yang mencintai Indonesia. Meskipun tidak disengaja, bukankah ini sebuah penghinaan? Bukankah tindakan ini merendahkan bangsa Indonesia? Bagaimana  seandainya bila bendera Malaysia yang dicetak terbalik oleh Indonesia? Dengan berat hati, kenyataan pahit memang harus ditelan mentah-mentah.

Momen kemerdekaan yang selalu dirayakan oleh rakyat Indonesia di pertengahan hingga akhir Agustus tiap tahunnya, justru menambah kecintaan dan jiwa nasionalis yang mendalam. Apakah kejadian ini merupakan kado spesial atas perayaan kemerdekaan RI ke-72? Lalu, tindakan apa yang dilakukan masyarakat Indonesia atas terjadinya permasalahan ini? Meski RI 1 mengimbau agar masyarakat tidak reaksioner, namun kenyataannya berbeda. Sebagian masyarakat Indonesia yang tengah merayakan kemerdekaan sekaligus memendam kekecewaan melakukan aksi-aksi balas dendam berupa hal-hal konyol.

Misalnya saja, buntut dari tragedi tersebut, sebanyak 27 website Malaysia diretas oleh Hacker Indonesia sehingga setiap halaman webnya berkumandang lagu “Indonesia Tanah Air Beta” disertai amukan kemarahan  bertuliskan “Bendera Negaraku Bukanlah Mainan” dengan balutan warna merah putih. Hingga kini memang belum diketahui siapa pelakunya. Namun, pantaskah aksi balas dendam ini dilakukan? Apakah sikap seperti ini sudah sesuai dengan pancasila?

Selain itu, dari akun Instagram Ngakak Kocak terdapat video seorang warga solo yang memasang bendera Malaysia secara terbalik di bagian belakang dan bagian depan mobil sedannya. Ukuran bendera tersebut lumayan besar sehingga sangat jelas terlihat. Sementara bendera Indonesia dipasang secara benar di bagian kiri mobil bertulisakn 29th Sea Games 2017. Pemuda tersebut kemudian melakukan aksi keliling kota Sola dengan mengolok-olok bendera Malaysia. Video dengan 1 juta viewer tersebut menuai komentar yang kontroversi. Bukankah video ini bisa menjadi pemicu atau propaganda agar terjadi disintegrasi Indonesia-Malaysia? Semoga tragedi ini tidak berpengaruh pada kondisi psikis para atlet Indonesia yang tengah berjuang di negeri Jiran.

Selain itu, di sosial media pun ada juga  masyarakat yang mengolok-olok Malaysia melalui status atau bahkan Meme comic.  Memang, ini salah satu bentuk apresiasi terhadap tragedi Sea Games yang menimpa Indonesia. Akan tetapi, bukankah ini merupakan sesuatu yang berlebihan? Yang menjadi miris, beberapa artis asal Malaysia yang jaya di Indonesia juga kena imbasnya. Sebut saja Miller Khan, Ashraf Sinclair (Suami BCL), dan kalangan pengusaha yang juga calon teman hidup Laudya Cyntia Bella – Engku Arman. Akun instagram mereka pun diserbu warganet dengan komentar yang tidak menyenangkan. Padahal, apa salah mereka? Apakah tindakan semacam ini dibenarkan?

Translate »