Cara lain Khodijah mendapatkan modal yaitu dengan mengumpulkan keuntungan dari jilbab yang laku terjual. Dari keuntungan yang terkumpul sedikit demi sedikit tersebut, Khodijah dapat menambah jumlah koleksi produk jilbabnya. Dalam memasarkan produk, Khodijah memilih jualan online karena untuk jualan offline masih belum terlalu banyak peminatnya. Faktor tokonya yang berada di daerah pedesaan, di Sungai Gelam Kabupaten Muara Jambi, Provinsi Jambi, juga menjadikan penjualan produk Khodijah Hijab belum dilirik oleh segmen pasar di sekitarnya.

Di samping modal, perjuangan Khodijah untuk memasarkan brand Khodijah Hijab juga ada pada perjuangan untuk meyakinkan konsumen agar tahu bagaimana keunggulan produk Khodijah Hijab. Khodijah menceritakan, bahwa pada awal bisnis ini dimulai, sempat ada orang yang tidak yakin dan percaya akan kemampuannya. Mungkin karena dirasa terlalu berani bagi Khodijah untuk membangun brand sendiri, sementara tempat tinggal Khodijah jauh dari kota dan ia tidak memiliki modal yang cukup pula. Bahkan perjuangan Khodijah ini, juga pernah ditertawakan secara berjamaah.
Kendatipun ditertawakan secara berjamaah, Khodijah tidak sakit hati. Cita-citanya yang begitu dalam dan besar untuk berbisnis dengan menggunakan brand sendiri, justru membuat Khodijah tetap fokus menjalankan bisnis. Baginya, motivasi itu suci, tak seharusnya tumbuh dari rasa dendam, benci atau sakit hati. Di dalam hati, Khodijah berkata untuk orang-orang yang mentertawakannya, “InsyaAllah, kalian akan menjadi customerku.”
Ternyata memang demikian, orang-orang tersebut belakangan benar-benar menjadi customer Khodijah Hijab.
Untuk memperdalam ilmu bisnisnya dalam mengembangkan Khodijah Hijab, Khodijah banyak belajar dari orang dengan megikuti kelas-kelas bisnis yang kerap diadakan, dari yang gratis hingga berbayar. Dari sinilah Khodijah mendapatkan ilmu-ilmu bisnis yang membantunya tetap bertahan menjalankan bisnis Khodijah Hijab. Selain itu, Khodijah juga bergabung dengan komunitas bisnis. Di komunitas tersebut, Khodijah mendapatkan banyak teman yang dapat dijadikan tempat saling bertukar pendapat, serta diskusi mengenai bisnis untuk saling menguatkan.
Selama menjalankan bisnis Khodijah Hijab, banyak sekali suka maupun duka yang ia rasakan. Sukanya ia bisa bekerja dan mengatur waktunya sendiri, tidak ada yang menekan maupun mengaturnya. Ia juga dapat berkreasi untuk membuat produk jilbabnya sesuai selera ataua pesanan pelanggan. Ada kepuasan tersendiri ketika hasil tangannya dipakai oleh orang yang membeli produk Khodijah Hijab. Sedangkan dukanya pun juga banyak. Duka yang pertama, ia harus sabar menghadapi konsumen yang memiliki karakter yang bermacam-macam. Khodijah harus pandai mengatur emosi ketika menghadapi konsumen tersebut. Duka keduanya, kadang-kadang konsumen yang membeli produknya macet dalam hal pembayaran, dan orderan sepi.
Baca juga: Perempuan Inspiratif Ini Meraih Impiannya Melalui Bisnis Online
Khodijah menyadari bahwa dalam menjalankan bisnisnya ia juga berhadapan dengan banyak kompetitor. Semakin banyak kompetitor, maka semakin besar energi yang harus dikeluarkan agar brand Khodijah Hijab tetap berkibar. Namun baginya itu tidak jadi masalah, di samping passion dalam menjalankan bisnis Khodijah Hijab, Khodijah juga cukup menikmati semua proses saat menjalankan bisnisnya.
