Halaman: 1 2

Ada beberapa rute dari bus bertingkat Transjakarta itu, saya tidak hapal. Saya mengambil rute yang turun di Masjid Istiqlal. Saya pun memotret beberapa bangunan yang dulu sering saya kunjungi, seperti Gapura Pasar Baroe, Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. Dulu, saya ingin sekali masuk ke Gereja Katedral, namun urung karena konon kabarnya perempuan berhijab belum diperbolehkan masuk ke sana. Saya ingin mengagumi arsitektur bangunan tersebut yang menurut saya cukup megah. Tentu saja, saya penasaran dengan bagian dalamnya.
Setelah turun di samping Masjid Istiqlal, tepatnya di bawah jembatan jalur kereta api, kami ingin melanjutkan perjalanan ke rute berikutnya, namun urung karena waktu sholat sudah hampir habis. Selain itu, kami sudah kelelahan. Akhirnya, kami memutuskan untuk rehat sejenak dengan berkeliling di halaman masjid.

Kami kembali urung untuk menunaikan ibadah di masjid besar itu karena banyaknya pengunjung. Sebelum waktu sholat makin berkurang, kami bergegas memesan Grab Car untuk kembali ke kawasan Cikini.
Sebelum itu, kami sempatkan membeli oleh-oleh baju bergambar wisata Jakarta untuk beberapa keponakan. Saya berharap, di lain waktu bisa kembali mengelilingi Jakarta dengan bus Transjakarta dan duduk di bagian atas. Wisata ini meski gratis, namun sangat mengasyikkan. Bagi yang ingin bernostalgia dengan kota Jakarta, seperti halnya saya, wisata ini sangat pas.
