Friday, July 17, 2026
Home > Sosok > Yuliana Fasha: Perangi Hoax dengan Rajin Membaca!

Yuliana Fasha: Perangi Hoax dengan Rajin Membaca!

Foto Yuliana Fasha

Memang, keterdidikan perempuan dari masa ke masa sangatlah penting. Perempuan harus mandiri dan menjadi diri sendiri dalam artian tidak manja dan selalu bergantung kepada laki-laki, sehingga  perempuan mampu mengurusi banyak hal, tidak hanya dalam wilayah keluarga saja, tetapi juga di wilayah publik,“ tuturnya kepada puan.co di sela-sela jadwal shooting pembuatan video promosi batik Jambi, di Sanggar Batik Mudung Laut, Seberang, Kota Jambi, (Jumat, 22/9).

Pada kesempatan itu Yuliana menceritakan sekelumit kisah adik perempuannya yang telah bergelar Master dan menjadi dosen di Fakultas Kedokteran Unsri, kemudian lebih memilih berhenti untuk mengasuh buah hatinya. Menurutnya keputusan ini bukanlah hal yang salah, sebab menjadi ibu bukanlah hal yang mudah, sementara pendidikan yang telah didapatkan sampai Master pun tidak akan sia-sia. Meski tidak lagi sebagai dosen, perempuan yang berpendidikan tinggi pasti memiliki pola asuh terhadap anak yang lebih baik dibanding yang tidak berpendidikan. Intinya, mau menjadi apa pun nantinya, seorang perempuan harus berpendidikan tinggi sebab dengan wawasan pendidikan yang tinggi pula perempuan akan mampu mencetak anak-anaknya sebagai generasi penerus yang berkualitas.

Saat menyinggung masalah batik Jambi, ia mengatakan bahwa batik tidak hanya dekat dengan kaum perempuan, tetapi juga mampu merangkul kaum laki-laki. Saat ini Yuliana bersama tim Dekranasda Kota Jambi tengah bersemangat mempromosikan batik Jambi sebagai upaya pelestarian budaya. Salah satu kampanyenya adalah cintai budaya berbatik Jambi agar selain masyarakat lebih berbudaya, masyarakat bisa bangga terhadap identitas yang dimilikinya. Dalam waktu dekat, batik Jambi akan dipromosikan di ajang bergensi Jakarta Fashion Week.

Selain menyukai batik Jambi, Yuliana juga sangat menyukai batik Lasem dan batik Madura karena memiliki corak yang unik dan warna yang lebih khas. Yuliana mengatakan bahwa batik Jambi hingga saat ini mampu menghidupi pengrajinnya, hanya saja kecintaan masyarakat Jambi sendiri terhadap batik masih kurang sehingga perlu dilakukan upaya-upaya tertentu, salah satunya penguatan pangsa pasar di Jambi.

Berbicara tentang gerakan literasi nasional yang saat ini sedang gencar digembar-gemborkan di Indonesia, Yuliana diam-diam ternyata suka membaca sastra. Aktivitas membaca, selain merupakan wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW, membaca mampu memerangi kebodohan. Meski pendidikan Yuliana berlatar ekonomi, Yuliana sangat menyukai novel-novel Andrea Hirata.

Translate »