Halaman: 1 2

“Kami difoto juga dong, Om!” teriak sekelompok remaja putri yang sebelumnya sibuk berswafoto.
Saya arahkan lensa kamera kepada mereka. Cekrek, cekrek, beberapa kali. Mereka mengatur pose tanpa diarahkan. Usai difoto mereka tersenyum puas. Wajahnya tampak sumringah. “Masuk koran, ya Om. Masukin TV juga ya, biar jadi terkenal,” canda mereka.
“Nanti saya masukin ke media online. Ditunggu aja ya,” jawabku sekenanya sambil berlalu.
Muaratembesi kini memang mulai bersolek. Selama ini Muaratembesi sering kali dianggap sebagai kota tua yang sudah kian uzur. Anggapan itu mendapat pembenaran, karena daerah ini memang sangat kental dengan sejarah masa lalu. Di sini masih bisa ditemukan beberapa bangunan peninggalan masa kolonial. Ada bekas benteng di pinggir Sungai Batanghari, bekas bangunan bioskop, bangunan penjara, dan seabrek peninggalan sejarah masa lalu lainnya. Sayangnya, semua itu tak terawat dengan baik. Padahal, jika dikelola ini akan menjadi aset penting sebagai destinasi wisata sejarah yang bisa dibanggakan oleh Kabupaten Batanghari.
Jika Sahabat Puan berminat datang ke Muaratembesi, sebenarnya banyak tempat wisata lainnya yang bisa dieksplor. Tak hanya terfokus pada taman remaja saja, namun ada beberapa objek wisata sejarah peninggalan masa kolonial Belanda yang tak kalah menarik untuk didatangi.
