Monday, May 25, 2026
Home > Dapur Puan > Kuliner > Mencicipi Kue Tradisional Jambi

Mencicipi Kue Tradisional Jambi

Mencicipi Kue Tradisional Jambi

“Kalau di pasar ada yang daun pisang batu satu pelepahnya seribu. Itu bisa dibuat 30 kotak cetakan padamaran. Tapi saya biasonyo harus agak jauh cari yang masih ado pohon pisang batunya.  Beli di batang lebih murah dari di pasar,” ungkapnya.

Wak Dam dengan cekatan meletakkan gula merah di bagian dasar cetakan. Selanjutnya, kata Wak Dam, akan diberikan  santan kental tanpa ditambahkan tepung. Dan setelah sedikit mengental, baru adonan santan yang dicampur tepung dan air daun pandan yang sudah disarikan terlebih dahulu. Terakhir Wak Dam kembali menaburkan satu sendok santan di bagian atasnya.  Rasa gurih santan berbaur dengan wanginya  daun pandan ini yang membuat kue padamaran buatan Wak Dam berbeda.

 

Baca juga:

Nuansa Angkringan di Kota Jambi

Rica-Rica Ceker Ayam Tiada Duanya di Muara Bulian

Berbagai jenis kue tradisional ini dijual seharga seribu rupiah perbiji. Harganya memang sangat murah jika dibandingkan dengan proses pembuatannya yang cukup lama dan rumit. Tapi Wak Dam tidak mau menaikkan harga kuenya, baginya bisnis kue tradisional ini adalah bagian dari keinginannya untuk terus merawat keberadaan kue-kue tersebut di tengah  banyaknya cake yang lezat dan modern.

“Dari dulu hampir sepuluh tahun terakhir masih seribu. Kalau mahal-mahal kagek dak ado yang beli pulo. Yang penting kue-kue ini tetap bisa dikenal generasi mudo. Sekarang banyak roti-roti dan bolu modern yang dijual di mall-mall. Takutnyo cucu –cucu kito dak kenal lagi dengan kue-kue ini,” katanya.

Harganya memang sangat murah jika dibandingkan dengan proses pembuatannya yang cukup lama dan rumit
Harganya memang sangat murah jika dibandingkan dengan proses pembuatannya yang cukup lama dan rumit

Selain menjual kue basah setiap paginya, Wak Dam juga menerima pesanan kue bolu tradisional di antaranya kue Puteri Kandis, Kue Maksuba, Engkak, Lapis Susu. Kue-kue tersebut biasanya kaya akan lemak karena terbuat dari puluhan telur, santan, susu, mentega dan gula. Rasanya yang lebih manis memang menjadi ciri khas. Biasanya kue-kue ini akan diantarkan para menantu ke rumah mertua mereka di hari raya. Kue ini adalah simbol penghormatan menantu kepada mertua dan juga jamuan istimewa untuk acara-acara penyambutan tamu yang dihormati.

Translate »