Friday, July 17, 2026
Home > Literasi > Opini/esai > Hijab, Identitas Perempuan Muslim?

Hijab, Identitas Perempuan Muslim?

perempuan Yahudi, perempuan Nasrani di jazirah Arab, sudah menggunakan hijab atau kerudung penutup kepala
Religious Orthodox Jew Dress
Religious Orthodox Jew Dress

Kenapa seringkali ketika seseorang telah menggunakan hijab, mereka merasa telah melakukan seluruh amalan baik? Menganggap dirinya telah sempurna keimanannya. Dan melihat lebih rendah atau tidak lebih baik perempuan yang belum menggunakan hijab. Berhijab itu kewajiban dan berdosa bagi perempuan muslim yang tidak melaksanakannya, begitu pendapat mereka.

Lantas, apakah sudah menjadi jaminan saya pasti masuk neraka karena saya tidak ber-hijab? Saya tidak tahu, bahkan mereka yang merasa sebagai pemegang kunci surga pun kalau mau jujur pasti juga tidak tahu jawabannya.

Amalan baik dalam beragama sungguhlah banyak, tidak hanya ber-hijab saja. Menjaga perasaan orang lain, tidak menyakiti sesama makhluk, mematuhi peraturan lalu lintas, tidak membuang sampah sembarangan, itu adalah sebagian contoh dari sekian banyak perintah amar makruf nahi munkar dalam beragama. Bukankah beragama mengajarkan kita untuk berakhlak baik, bukannya menjadi “Tuhan” atas pilihan orang lain.

Seringkali justru saya tidak habis pikir melihat sebagian perilaku orang-orang disekitar saya yang berhijab, tapi tanpa segan memasang foto selfie berdua sama pacarnya di media sosial (pacar ya, bukan suami). Atau menggunakan hijab tapi timbunan lemak dibadan membuncah disana-sini, macam ulat sagu saja. Memang, alasan menggunakan hijab bagi kaum hawa beragam. Ada yang karena niat tulus beribadah, karena lingkungan, karena paksaan atau karena mode/fashion (ekstrimnya, agar terlihat lebih cantik dan fashionable)

Sering saya menyaksikan di jalan raya, orang-orang yang menggunakan (katanya) simbol agama dalam berpakaian, misal: hijab yang selebar-lebarnya atau peci bagi pria, menggunakan kendaraan bermotor tanpa menggunakan helm, atau melanggar lampu lalu lintas. Ironis sekali, bukankah orang yang mengaku beragama dan bangga memakai simbol-simbolnya seharusnya berkewajiban taat terhadap peraturan? Karena peraturan tersebut dibuat untuk kemaslahatan orang banyak. Dengan melakukan tindakan ceroboh tersebut, mereka tidak hanya melanggar hak-hak orang lain, melainkan membahayakan nyawa diri sendiri dan orang lain.

Poinnya adalah, pilihan ber-hijab atau tidak itu adalah pilihan pribadi yang harus dihormati. Perempuan yang memilih untuk ber-hijab silahkan saja, tetapi bukan berarti kedudukannya menjadi jauh lebih suci ketimbang perempuan yang tidak berhijab. Sedangkan perempuan yang memilih untuk tidak/belum berhijab jangan pula serta merta menganggap bahwa yang ber-hijab cenderung hipokrit.

Translate »