
Novel pertama yang berjudul Jatuh Bangun Mengenal Sayang yang diterbitkan Dapur Buku tidak menjadikannya berpuas diri, dan seperti candu dia terus ingin mengeluarkan karya-karyanya. Pengerjaan buku ini tidak semulus yang dipikirkan. Mengawali penulisan buku di tahun 2013, sempat terhenti karena beberapa kesibukan dan hampir berminggu tak juga menemukan satu kata yang tepat untuk melengkapi satu paragraph menjadi hal yang biasa ditemui. Nursini mengaku dulu ketika dia tak menemukan satu ide pun untuk melanjutkan tulisannya, yang dia lakukan adalah terus berkutat di depan laptopnya sampai nyaris putus asa. “Ibu ini orang nya keukeh, jadi kalau tidak ketemu kata-kata yang tepat untuk melanjutkan tulisan. Tetap saja maksa untuk berpikir, sampai capek sendiri akhirnya. Hingga bertemu dengan teman-teman lain sesama penulis yang menyarankan untuk rehat sejenak ketika ide buntu. Bisa jalan-jalan, baca buku, nonton, ataupun sholat karena itu akan memulihkan kembali ide-ide untuk menulis. Semenjak itu, kalau tidak ketemu ide, ibu akan ke kebun bersama bapak,” ujarnya sambil tertawa.
Pundi rupiah, bukanlah pencapaian yang ingin diraihnya melalui tulisan-tulisan yang dihasilkannya. Karena mencari penerbit saja, dia pernah ditipu oleh salah satu penerbit yang meminta uang muka untuk cetak novel keduanya namun buku tak kunjung tercetak. “Pengalaman kena tipu penerbit juga ada, pokoknya menulis ini bukan berharap jadi jutawan. Cukup bisa menuangkan ide yang ada di kepala dan dibaca banyak orang. Apalagi bisa menarik minat baca bagi kaum muda di bidang literasi,” sebutnya.
Beruntung, Nursini mendapat dukungan penuh dari semua anggota keluarganya. Tidak hanya suami, kedua buah hatinya juga mendukung keinginannya untuk belajar , belajar dan belajar lagi menulis. Dia mengatakan puteri sulungnya selalu meluangkan waktu mengantarkannya ikut seminar-seminar kepenulisan. Bahkan putera bungsunya yang saat ini di Inggris pernah membantunya menyunting novel yang ia tulis. Nursini berharap menjelang akhir usianya, buku-buku hasil karyanya bisa menjadi warisan untuk anak dan cucunya.

Biodata
| Nama | : Hj Nursini Rais |
| Nama Panggilan | : Bu Haji Nur |
| Tanggal Lahir | : 5 Agustus 1954 |
| Alamat Domisili | : Sungaipenuh, Kerinci, Jambi |
| Hobi | : Menulis |
