Halaman: 1 2
4. Jangan Asal Share dan Berkomentar
Seperti kata pepatah, mulutmu harimaumu. Mungkin dalam media sosial bisa jadi jempolmu, harimaumu. Karena maraknya situs informasi abal-abal yang menyebarkan pemberitaan bersifat hoax membuat kamu harus lebih jeli lagi kalau mau membagikan kiriman berita maupun informasi. Tahan dirimu, sebelum kamu memastikan kebenaranya dan juga tahan jempolmu untuk menyukai hal-hal yang berbau SARA dan pornografi. Seringkali kamu membagikan berbagai pemberitaan hanya dari judulnya saja, hindari hal tersebut. Pastikan kamu sudah membaca seluruh pemberitaan dan juga sudah menari fakta-fakta terkait pemberitaan yang kamu sebarkan ya, sahabat perempuan.
5. Hindari Memposting Sesuatu yang Bersifat Menyalahkan, Mencaci dan Menghujat
Sudah tahu adanya revisi Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik, kan? UU ITE ini direvisi dan mulai diberlakukan November tahun lalu. Ada beberapa revisi yang membuat sahabat perempuan, agar lebih hati-hati lagi dalam memposting sesuatu, baik berupa tulisan, meme maupun foto. Pemerintah juga berhak menghapus dokumen elektronik yang terbukti menyebarkan informasi yang melanggar undang-undang. Informasi tersebut yang bersifat pornografi, SARA, terorisme, pencemaran nama baik dan lainnya. Selain itu hukuman kurungan juga menanti, jika postingan tersebut memang terbukti menyalahi hukum.
6. Ingat Media Sosial, Sarana Memperbanyak Teman Bukan Musuh
Hakikat adanya media sosial adalah mempertemukan kembali kamu dengan teman-temanmu. Media sosial berfungsi memperbaiki tali silaturahmi yang sempat terputus, dan juga membuat tali-tali silaturahmi dengan teman-teman yang baru. Ingat, di dalam media sosial kita menemukan banyak perbedaan. Karena dari ribuan teman yang kita miliki memiliki perbedaan dalam agama, suku, ras dan juga perbedaan pemikiran. Saling menghargai, merupakan kunci agar silaturahmi yang sudah terjalin tidak terputus. Bukankah menyenangkan memiliki banyak teman, bahkan ingat falsafah seribu teman terlalu sedikit dan satu musuh terlalu banyak. Sebaiknya kita harus kembali ke hakikat media sosial, ya sahabat perempuan. Berpuasalah menggunakan media sosial jika hatimu dipenuhi kemarahan. Dan mulai kembali saat kamu sudah memang berkeinginan untuk menyambung silaturahmi. (elzadi)

Comments are closed.