Halaman: 1 2

Itu sebabnya, jika Anda ingin mencari inspirasi datanglah ke Kepulauan Kei. Selain suguhan panorama alam yang indah, lidah Anda akan dibuat bergoyang mencicipi makanan khasnya, embal, yang telah diolah dengan berbagai citarasa dan bentuk. Bahkan terdapat Kampung Embal di Kota Tual, yang mengapresiasi keberadaan embal sebagai bahan pangan lokal pengganti nasi.
Bagi penikmat seafood, Kepulauan Kei menawarkan olahan makanan yang tak kalah dengan restoran ternama. Anda dapat menikmati lezatnya ikan bakar dari berbagai jenis ikan dalam berbagai ukuran. Sambal colo-colo, sayur arwan sir-sir, dan Lat – sejenis urapan di Jawa yang sayurannya di ganti dengan rumput laut – dapat dinikmati bersama bubuhuk atau pizza dari Kei.
Pencinta sejarah juga harus berkunjung ke Pulau Kei. Pulau ini menyimpan sejarah adat-istiadat yang telah melegenda dengan Larwul Ngabal sebagai payung hukum adatnya. Itu sebabnya desa atau kampung di Maluku Tenggara disebut dengan nama Ohoi. Maren menjadi kearifan lokal yang mengatur hubungan kegotongroyongan masyarakat kepulauan yang di kenal dengan sebutan nuhu evavini.
Mari berkunjung ke Kepulauan Kei! Mari kita nikmati surga tersembunyi dengan suguhan beraneka ragam olahan pangan lokal, sambil menyelami keluhuran adat istiadatnya! Kacang botol dan embal akan menjadi buah tangan, dan tentunya kantong inspirasi kita pastilah penuh terisi dengan begitu ragamnya destinasi.
